Kamis, 10 Agustus 2017

Antara Persahabatan dan Luka yang Menganga



Antara Persahabatan dan Luka yang Menganga

Tidak mudah melepaskan hubungan yang terjalin Indah, tidak mudah memporak-porandakan silaturahmi yang sudah ku bangun dengan ketulusan dan ku bingkai dengan kebersamaan, setiap manusia pasti akan melakukan kesalahan, aku dan dia bukan nabi, pun bukan malaikat yang suci dari dosa, kita adalah manusia biasa yang di ciptakan Tuhan untuk saling berbagi dan saling melengkapi, bukankah kodrat manusia diciptakan untuk bermanfaat bagi sesamanya, di dalam hubungan yang kita bina 3 tahun silam dalam figura persaudaraan bukankah menciptakan rasa kebersamaan yg Indah?, rasa kepercayaan?, rasa kesetiaan? Dan semua rasa yang begitu Indah maupun pahit? Kita pernah merasakannya bukan?, Lantas dengan trauma kamu ingin membakar semua kenangan itu hanya dengan kesalahan yang belum kita bicarakan dari hati ke hati ,yang belum kita cari titik terangnya ? Janganlah menggunakan keamarahan dan ke egoisan dalam tali persahabatan ini ku mohon, ingatlah kita cari bersama jalan terbaik yang mana yangg paling ampuh dan bicarakan dari hati ke hati karena ia juga akan sampai ke hati dewasalah dalam mengambil sikap jangan pernah mengorbankan segudang kebahagiaan demi setetes kebencian, aku tak rela jika persahabatan ini hancur hanya karena kesalahanku yang tak ku ketahui asal-muasalnya, aku menangis hatiku memberontak memori otakku full akan beribu pertanyaan-pertanyaan itu kesalahan apa yang telah aku lakukan dadaku semakin sesak akan semua ini melihat 3 wanita yg begitu ceria di dalam kertas yang telah aku pegang dari beberapa jam yang lalu yang mulai lusuh yang basah karena air mata ketulusan, menepi dan membiarkanmu pergi dengan sejuta luka dan keombang-ambingan masalaah ini menjadi caraku namun Terkadang dengan membiarkaanmu pergi tanpa kejelasan memang menjadi pilihan tapi aku salah dan itu merupakan kesalahan besar dalam memilih karena menepi bukan satu-satunya jalan kluar dari permasalahan ini tapi mengahadapinya, karena itu adalah sebuah tanggung jawab dan konsekuensi dari perbuatanku aku menutupi semua luka ini dengan senyuman termanis yang ku punya Fisikku mampu menutupi luka itu tapi tidak dengan hatiku!!! Kenyataan yang begitu pahit!!! Mencoba Suggesti diri, memberanikan diri agar tak pernah menjadi pengecut yang bersembunyi saat smuanya berantakan mengubah persepsi menjadi seseorang yang mampu melawan arus sekeras apapun itu jika untuk kebenaran kenapa tidak! aku berfikir aku mampu tapi ternyata membutuhkan sejuta keberanian, ku sugesti kembali diri ini Memang tidak mudah tapi bukankah dengan mencoba aku akan tahu hasilnya,, jika hanya dengan berdiam diri menatap dari kejauhan apa yang akan terselesaikan apa yang akan ku ketahui dari permasalahan ini!!! Berfikir untuk kebersamaan, ku hiraukan hasilnya terima atau tidak setidaknya diriku telah mencoba.
Terkadang memang sulit, tak semudah dengan yang di ucapkan semua butuh waktu, tapi bukankah waktu selama 2 tahun itu lebih dari cukup untuk mncairkan lukanya sehingga sekarang merupakan cela untuk menjelaskan semuanya? Pertanyaan berkecamuk dalam otakku. batin dan otak selalu beradu persepsi,hingga saat ini semuanya tetap seperti dulu berjalan di tempat tanpa kemajuan sama sekali..
hati yang luka atau persahabatan? Ku coba melawan ego dan kegengsian itu tapi sepertinya ia lebih kuat dari luka yang menganga ini, lantas apa yang bisa aku lakukan? Membiarkan luka ini menganga dengan sejuta darah yang tak terlihat atau menyelesaikan konflik antara sahabat yg menjadi penyebab luka itu,, ku bayangkan kebersamaan 5 tahun silam canda tawa,kesedihan,air mata,kegilaan bahkan keegoisan kita menjadi satu,saling berbagi,kemanapun dan apapun selalu bersama, sungguh kebahagiaan yang tidak akan terbayarkan dengan apapun namun saat kesalahpahaman itu datang semua menjadi berubah 180 derajat bak di sambar petir hebat hati ini menjadi abu seketika, kalian pergi meninggalkanku membuat ku merasakan kesepian,kesendirian,kemana kalian aku merindukan kalian tidak cukupkah kebahagiaan yang kita lakukan selama tiga tahun ini menebus kesalahpahaman itu ,, hatiku berontak meminta keadilan tapi siapa yang akan mendengarkannya semuanya telah terjadi apa yang harus aku lakukan? Pergi dengan luka atau membiarkannya seperti ini,
namun seiring berjalannya waktu aku yang selalu memantau mu dari kejauhan melihat dirimu yang kini telah bahagia dengan seseorang yang baru, iya dia yang baru kembali ke sisi mu lagi setelah aku tersisihkan oleh kalian, hatiku menjerit dari kejauhan melihat kalian hatiku selalu saja bergumam itu tempatku seharusnya aku yang berada di sisimu bukan dia, namun kembali pada permasalahan awal semuanya tak mungkin kembali seperti sediakala kini kata kita menjadi aku dan kamu seperti orang asing yang tak mengenal satu sama lain. ku kuatkan hati ini terkadang kebersamaan memang indah namun pada akhirnya semua akan berjalan sendiri-sendiri dengan tujuan yang berbeda. aku kini memulai hari-hariku tanpa mu dan tanpa kalian dulu kita bertiga kini aku sendiri menjalani kehidupan baru, mencari jati diriku sendiri dan belajar untuk tak bergantung lagi pada kalian, dulu aku yang selalu merepotkan diantara kita dan aku selalu menjadi gadis termanja diantara kita kini semuanya berbalik aku menjadi gadis mandiri yang tak akan pernah mengharapkan kehadiran kalian, bukan karena aku angkuh tapi itu adalah kenyataan yang tak bisa ku pungkiri, bertemu dengan orang-orang baru menjadi pilihan terbaik, kata orang putus cinta itu sakit tapi bagiku lebih baik putus cinta, ketimbang harus putus persahabatan, tidak semua orang akan mampu menerima seseorang dengan kepribadian yang berbeda-beda. hidupku kembali dimulai aku berasa anak yang kembali di lahirkan tanpa mengenal orang lain selain orang tua dan keluargaku, aku kembali memulai kehidupanku, menata diri menata hati, berusaha memperbaiki diri aku yang kemarin kini milik masa lalu dan aku yang sekarang milik masa depan, kehidupan ku berubah 180 derajat, segala sesuatunya ku kerjakan sendiri, aku berjuang melawan dunia tanpa kalian namun dibalik semua rasa itu tahukah kalian, aku sangat bersyukur aku sangat berterima kasih karenanya aku bisa mengerti hidup aku bisa lebih emnghargai orang lain terkhusus menghargai diriku sendiri banyak hikmah yang ku dapat dari semua kisah ini, memang benar tuhan selalu memberikan kado terindah dibalik setiap ujian dan cobaan yang di berikan kepada hambanya dan kado itu adalah sesuatu yang tak terduga, tanpa ujian ini aku tidak akan bisa melangkah sendiri dan menjalani proses kehidupan yang serumit ini dari ujian ini aku belajar untuk mencapai sesuatu kamu harus merasakan sakit terlebih dahulu agar kamu tahu makna hidup yang sesungguhnya, kaki tak selamanya bisa beriringan begitu pula siang dan malam akan hadir dengan wwaktu yang telah di tentukan maka bersyukurlah karena tuhan punya rencana indah di balik setiap periostiwa yang kau alami, tidak semua bunga mekar secara bersamaan dan tidak semua orang memiliki proses yang sama, maka nikmatilah karena itu adalah pembelajaran sesungguhnya, kenikmatannya bukan pada hasil melainkan proses!