Kamis, 19 September 2019

Surat Untuk Negeri


Ada apa dengan negeriku????
Ketika pulau sebrang sedang mengalami kritis udara
Lantas ibu kota ku masih saja ribut dengan revisi KPK yang begitu mencurigakan dan mencuramkan rakyat
Merebut,merampas hingga menikmati sendiri hasil keringat para rakyat garis bawah.
Pemimpin negeriku seolah-olah menutup mata dan telinga akan teriakan dan tangisan rakyatnya
Pejabat-pejabat negeriku masih saja bersantai riak dengan kursi-kursi tingginya
hasil dari pilihan rakyat yang terdzolimi
lantas kemana keadilan yang slama ini di junjung tinggi pada sila kelima pancasila?
Kemana simbol padi dan kapas itu??
Apakah mereka lupa mereka berhasil menikmati kursi empuk itu karena kepercayaan yg telah tertanam
namun ternyata buah yg dihaslkan itu bertolak belakang dengan bibit yang di tanam!!!
Kebohongan demi kebohongan,
penipuan demi penipuan,
janji demi janji telah menghiasi pesta demokrasi negeriku!!!
Apa kabar rakyat INDONESIA yang dijajah oleh negeri sendiri???

#MiftahulJannahAkmal
#Suarauntukparapemimpinnegeri
#suratuntukrakyat
#suaradarirakyat

Senin, 09 September 2019

PERJUANGAN MENUJU TUGAS AKHIR


       

      
Sebelum memulai kisah perjalanan dari perjuangan akhir ini Izinkan aku mengucapkan rasa syukur dan terima kasih ku kepada beberapa orang yang menjadi saksi dari perjalananku, rasa syukur dan terima kasihku yang pertama ku tujukan kepada Robbku yang maha pengasih dan penyayang yang tak pernah pilih-pilih kasih sehingga aku dapat menyelesaikan segala urusan dengan ridho dan kehendak-Nya, yang kedua untuk orang tuaku tercinta ayahanda my superhero lelaki terbaik dibumi yang selalu memberiku dorongan dengan nasehat-nasehat bijaknya yang tak pernah lelah banting tulang untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya dan ibundaku tercinta sang pemberi kekuatan terbesar dalam hidupku yang setia menyelipkan namaku di tiap doanya dalam 17 rakaatnya yang telah merawat dan membesarkanku sampai saat ini, ketiga saudaraku yang menjadi salah satu motivasi dalam hidupku untuk bisa menjadi kakak yang terbaik dan dapat menjadi teladan untuk kalian kedepan, untuk keluarga besarku yang selalu mendukung setiap langkah yang ku pilih, ketua LP2M Iain Palopo bapak Dr. Kaharuddin M.Pd yang sudah ku anggap seperti ayahku sendiri yang telah memberikan kesempatan padaku untuk mengikuti KKN International, Ketua Program Studi PGMI IAIN Palopo bapak Dr. Edhy Rustan M.Pd yang selalu memberikan motivasi dan arahannya, untuk senior terbaikku salah satu inspirasi ku Kak Aunu Ihwa Hasri yang selalu setia mendengarkan keluh kesah dan selalu menasehati hingga mengarahkanku terima kasih ku ucapkan senior. Dan untuk semua dosen-dosen yang telah membagi ilmunya kepadaku, teman-teman PGMI Angkatan 2015 dan semua pihak yang tak dapat ku sebutkan satu-persatu. Btw khusus untuk para pembaca ku ucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktunya hanya untuk membaca dan menjadi saksi dari perjalanan ku, kisah ini bukanlah kisah yang waw bahkan jauh dari kata itu namun bagiku kisah ini adalah sejarah hidup dari perjalananku dalam meraih cita, menarik atau tidak itu tergantung dari pandangan kalian para pembaca tapi doaku semoga kisah ini menarik untuk kalian.

****

     

      Kuliah kerja nyata (KKN) merpakan salah satu program mata kuliah yang wajib di ikuti oleh setiap mahasiswa yang mengenyam pendidikan di setiap perguruan tinggi khususnya bagi mahasiswa yg semesternya telah memasuki tingkat akhir. Perkenalkan namaku Miftahul Jannah Akmal lahir 21 tahun yang lalu di kota kecil yang katanya kota idaman di provinsi sulawesi-selatan kotanya bernama Palopo. Aku mengenyam pendidikan strata satu (S1) ku d kampus Hijau IAIN Palopo dengan mengambil program study Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) yang masuk dalam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) saat ini aku duduk di semester tujuh dan insyaAllah sebentar lagi S.Pd Amin Allahumma Amin.

      Kali ini kampusku bekerja sama dengan beberapa kampus se-Indonesia diantaranya IAIN Pontianak sebagai kordinator, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Kerinci, IAIN Bone,Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Iqro’ Putussibau, dan IAIN Palangaraya, membuka lagi program KKN Internasional, salah satu program bergengsi di mana pesertanya merupakan mahasiswa pilihan yang harus melewati beberapa macam tes, lokasi KKNnya kali ini berada di Sarawak Malaysia negara tetangga yang sama sekali tak pernah kubayangkan bisa menginjakkan kakiku di negeri Jiran itu, awalnya hanya bercanda pernah mengatakan "Suatu saat nanti aku akan menginjakkan kaki ku di negeri melayu" dan ternyata perkataan itu benar adanya,  mungkin ini yang selalu orang-orang katakan “ucapan adalah doa” .

            Antusiasku sangat tinggi saat mengetahui pendaftarannya telah dibuka, sebelum mendaftar aku izin pada ibuku untuk mengikuti KKN Internasional dan pastinya jawaban ibuku adalah YES, setelah mendapat persetujuan aku langsung ke ruangan LP2M kampusku untuk mendaftar dan saat kulihat jumlah pendaftarnya ada 17 orang dari beberapa program studi yang menurutku sangat memiliki peluang lebih besar dariku, hatiku mulai menciut tapi kembali pada diriku aku mencoba mensugesti diriku sendiri jika usahaku maksimal mungkin aku bisa lolos dalam tahapan seleksinya. Dan fix aku mendaftar.

      03 April 2018 adalah hari yang sangat berat, dimana tes KKN internasional dan jadwal seminar proposalku bertabrakan, sedikit bocoran aku meski baru semester 6 tapi sudah menyusun proposal dan hari ini adalah seminarku. aku mulai bingung harus bagaimana, tes dan seminar di mulai jam 10 pagi, mencoba mencari jalan keluar diantara dua pilihan yang sangat sulit, akhirnya aku menelfon pembimbingku untuk meminta pengunduran waktu dan alhamdulillah pembimbingku setuju, aku menelfon temanku yang juga menjadi partner seminarku hari itu juga agar segera menginfokan jadwal pengunduran seminar kepada  pembimbingnya dan lagi-lagi alhamdulillah kami mendapatkan izin pengunduran itu sepertinya hari itu memang benar-benar berpihak padaku meskipun harus melewati beberapa negosiasi yang rumit. oh iya peraturan prodi ku saat ujian proposal kami tak di perbolehkan untuk ujian sendiri. setekah mendapat persetujuan pengunduran waktu aku ke ruangan prodi untuk nego ke staf tata usahaku dia adalah kak Masni salah satu staf the best yang sudah membantu semua persiapan seminarku, aku memberitahukannnya bahwa jadwal seminar ku di undur dan alhamdulillah lagi-ladi terima sepertinya jackpot hari itu benar-benar berada di tanganku. Sekarang aku bisa tes tanpa memikirkan jadwal seminarku, selepas tes dengan tahapan yang lumayan panjang dimana ada tes speak english,membaca tulis Al-qur’an, pengetahuan agama Islam, life skill dan dua tes lainnya, aku langsung menuju ruang prodi dan menunggu jadwal seminarku kurang lebih dua stengah jam menunggu akhirnya waktunya tiba seminarku berjalan lancar dan begitupun dengan tes KKN ku alhamdulillah one step closer sedikit lagi menuju S.Pd. Segera ku bereskan ruangan tempat seminarku dan bergegas untuk pulang. sesampainya di rumah orang yang pertama kali ku cari adalah ibuku dan aku menemukannya di dapur langsung saja ku peluk ibuku dari belakang dan ku katakan "bu alhamdulillah skripsi mika (saya sudah skripsi) sontak ibuku berbalik dan berkata alhamdulillah nak hasil kerja kerasmu begadang menyusun proposal sudah terbayarkan sekarang tinggal 1 langkah lagi insyaAllah Allah akan memudahkan jalanmu. seketika tetesan butiran bening mengalir dari pelupuk mataku dan ku cium ibuku sambil berbisik ini hasil dari salah satu doamu bu.

****

        Kurang lebih seminggu menunggu pengumuman, hasil tes pun keluar aku segera bergegas menuju LP2M, tiba di gedung bertingkat dua itu langsung saja kaki ku terhenti tepat depan papan pengumuman dan ku lihat ada 11 nama yang tertera dan namaku berada dalam salah satu daftar tersebut. sontak hatiku ingin teriak tapi tak mungkin mengingat situasi dan kondisi yang sedang ramai-ramainya hehe dan di pengumuman ada lampiran untuk pemenuhan berkas segera ku hubungi kawan-kawan yang satu prodi denganku yang juga namanya masuk dalam daftar tersebut untuk mengurus berkas di prodi dan fakultas, 2 hari mengurus berkas bolak balik fakultas dan tak menghasilkan buah maksimal hanya transkrip nilai yang mampu ku kumpulkan sementara surat rekomendasi dari dekanku tak dapat ku teruskan, ketika berkasku telah ku kumpulkan pengumuman hasil akhir pun keluar aku mulai putus asa karena sepengetahuanku dari 11 peserta yg mengurus berkas hanya 5 mahasiswa yg lulus, ok ku kuatkan hatiku dan saat pengumuman keluar alhamdulillah bersyukur, kaget, bahagia, sedih semua bercampur menjadi satu. aku pulang dan memberi tahu orang tuaku ibu ku senang dan lagi-lagi salah satu doa ibuku di ijabah oleh Allah swt. Dalam pendaftaran ini aku tak membahas tentang ayahku karena aku ingin memberikn kejutan untuknya, saat mengurus passport ayahku baru mengetahui kalau aku serius ingin mengikuti KKN International awalnya ia memang tak setuju jika aku mengikuti KKN Internasional ini dengan alasan yang pertama jaraknya yang jauh dan alasan kedua aku adalah anak perempuan pertamanya yang jarang berpisah dengannya meskipun demikian aku berusaha meyakinkannya meskipun debate tak bisa di hindari namun, finally kata yes pun keluar dari bibirnya sontak ku peluk ayahku dan mengatakan "love you dad. Selama seminggu sebelum berangkat aku mengalami kendala pada kesehatan langsung saja ayahku terkejut dan mengatakan tak usah berangkat kesehatanmu tidak stabil, seperti petir yang menyambar aku down mendengar kalimat itu tapi tidak sampai di situ aku lagi-lagi berusaha meyakinkannya dan malam itu juga aku ke dokter keluarga ku sendiri tanpa sepengetahuan ayah dan ibuku, aku konsultasi sekaligus meminta surat keterangan sehat dan hasilnya adalah tiba-tiba muncul diagnosa usus buntu dan rujukan untuk pemeriksaan ulang ke salah satu rumah sakit ternama di palopo dan langsung saja bayangan operasi menghantui pikiranku, OMG apa-apan ini God seminggu lagi aku berangkat pengen nangis, teriak, hatiku dan pikiranku mulai tak karuan mendengar diagnosa dokter meskipun sebelumnya sudah tahu kalau aku terkena gejala usus buntu ringan, tapi saat memegang surat rujukan itu sepertinya bumi pengen runtuh seketika haha (alay sikit tak apakan?), keesokan harinya sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh dokterku aku mengajak ayahku untuk kerumah sakit dan lagi-lagi dia pun terkejut mendengar ajakanku, debatepun tak dapat dihindari meski pada akhirnya dia tetap menemaniku itulah sosok ayahku yang meskipun memarahi dan selalu berselisih paham dengan anaknya rasa sayang dan khawatirnya masih jauh lebih besar dari amarahnya, 3 hari berturut-turut menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit dengan kesetiaan ayah dan ibuku menemaniku hasil akhir dari USG sudah berada di tanganku dan Alhamdulillah Allah maha pengasih lagi maha penyayang hasilnya diluar dari diagnose dokter ku. ternyata pembengkakan pada usus yang tak perlu melakukan tindakan lanjut hanya dengan mengkonsumsi obat dan selalu control insyaallah pembengkakannya bisa di atasi, bahagia dan bersyukkur menjadi satu,, salah satu masalah telah terlewati selanjutnya packing mempersipakan segala sesuatu yang kubutuhkan.
***
Waktunya telah tiba 7 Mei 2018 tepat pukul 08 malam kami sepakat untuk berkumpul di salah satu terminal bus di kota palopo menuju ibu kota provinsi Sulawesi selatan yaitu Makassar dan disinilah petualangan kami dimulai, perjalanan panjang dimulai menempuh jarak dengan waktu kurang lebih 8 jam kunimati dengan tertidur pulas di atas bus, hingga kami tiba di bandara internasional sultan hasanuddin Makassar kami langsung melaksanakan salah satu kewajiban sebagai umat muslim yaitu sholat subuh di mushollah bandara, jadwal keberangkatan pukul 9 pagi dan kami menggunakan waktu dengan sarapan dan bersih-bersih diri. Tak terasa waktu penerbangan telah tiba. Ternyata kami satu pesawat dengan rombongan IAIN Bone, meskipun belum saling kenal kami hanya saling melempar senyum saja. Penerbanganpun dimulai aku duduk bersama tiga orang rekanku yaitu Azizah, Subiha dan aku sendiri. Oh iya lupa rombongan kami dari IAIN palopo mengutus tujuh orang mahasiswa terbaiknya terdiri dari 6 perempuan yaitu Azizah S, Subiha Badawi, Salmiati S Ali, Iklil Amirah Shafirah, Raodhatul Jannah, dan aku sendiri. Satunya lagi Senior kami yaitu Kak Riswan. Kami dari beberapa prodi yang berbeda-beda hanya aku dan Subiha yang sama dari PGMI bahkan kami sekelas selebihnya dari Ekonomi Syariah, Bimbingan Konseling Islam, Hukum Tata Negara, dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Menempuh perjalanan di atas awan selama 2 jam akhirnya kami tiba di bandara Pontianak. Di bandara Pontianak kami mengalami salah satu masalah yaitu kami lupa mengambil struck bagasi, jangan tanya keadaan kami, panik, lelah, kaget semua jadi satu tapi alhamdulillahnya setelah nego dengan keamanan bandara akhirnya kami bisa lolos kami menunggu jemputan di depan bandara selama kurang lebih 3 jam. Waktu tunggu kami gunakan untuk makan,cerita, dan bercanda gurau hingga akhirnya mobil jemputanpun tiba. Langsung saja kami bergegas menarik koper dan barang bawaan lainnya. Arrived dari bandara ku ucapkan welcome Pontianak kami memasuki kota Pontianak dan menuju salah satu hotel yang dekat dengan kampus IAIN Pontianak, kami memesan 5 kamar yang terdiri dari 2 orang perkamar aku sendiri sekamar dengan Odha, bukan hal baru odha adalah teman sekelas ku dulu di madrasah tsanawiyah jadi tak perlu mengenalkan diri lagi, btw kami diantar oleh 2 orang dosen terbaik kami yaitu bapak Dr. Kaharuddin M.Pd selaku kepala LP2M Iain Palopo dan bapak Dr. Rustan M.Pd selaku Wakil Rektor 1 IAIN Palopo. 2 hari dipontianak kami gunakan untuk jalan-jalan karena pembekalan hanya stengah hari maka dari itu kami gunakan waktu luang untuk jalan-jalan tempat pertama yang kami datangi adalah alun-alun sungai Kapuas dan berlanjut ke rumah Panjang and arrived kami ke hotel untuk istirahat dan jalan-jalannya dilanjutkan dihari esok, pagi menjemput kami memilih rute tempat wisata nol kilometer atau yang lebih dikenal dengan nol khatulistiwa. sembari Menikmati pemandangan sungai Kapuas kami isi dengan berfoto ria, karena jejak digital tak pernah mati,  setelah puas mengelilingi tempat wisata kami balik ke hotel tepat pukul 01.00 siang kami langsung beres-beres untuk keberangkatan sebentar malam menuju Kuching Malaysia. Aku dan odha segera packing sembari bercanda gurau. ketika Berberes-beres rianya telah usai masih ada 2 jam lagi sebelum berangkat kami gunakan dengan makan dan istirahat, oh iya saat kami pulang dari wisata tugu nol khatulistiwa kami check out dari kamar kami dan bergabung dengan teman-teman lain jadi kami hanya check in 1 kamar selain tempat istirahat dan menunggu jam keberangkatan juga sebagai tempat kami membereskan pakaian-pakaian kami. Pukul 08 malam pun tiba kami semua telah siap-siap untuk ke kampus IAIN Pontianak yang bersebelahan dengan hotel. Bus pembawa rombongan pun telah menunggu di depan kampus sebelum berangkat seluruh peserta dan panitia breafing di depan pelataran kampus kurang lebih 30 menit breafing dan semua pesertapun naik ke bus aku duduk bersama biha, perjalanan selama kurang lebih 8 jam lagi pun dimulai. Sesekali kami bercanda gurau di bus untuk menghilangkan penat dan yang menjadi bahan bullyan kami adalah biha (maafkan kami bii) puas bercanda gurau kami semua terlelap, aku sesekali bangun melihat jam yang tertera di handphoneku, pukul 3 subuh kami singgah ke salah satu persinggahan di dekat Entikong aku lupa namanya di situ rombongan singgah makan, ada yang numpang toilet dan aku salah satunya, aku turun setelah itu naik lagi ke bus, eits sebelumnya perkenalkan Entikong adalah daerah perbatasan antara Malaysia dan Indonesia. kurang lebih sejam berada di persinggahan kami melanjutkan perjalanan ke perbatasan entikong dan finally stengah 4 subuh kami tiba di perbatasan dengan suasana macet yang menghiasi jalan di pagi buta, aku dan ammi serta dosen ku dan dosen dari Bone turun dari bus untuk mencari mesjid, kami menemukannya di dalam pasar tradisional yang menurut ku tidak jauh berbeda dengan pusat niaga palopo atau pasar yang ada di kampungku, tiba di mesjid kami mencari toilet setelah itu kami sholat berjamaah disusul dengan beberapa teman-teman yang lainnya. Pukul 06 gerbang perbatasan dibuka imigrasi yang ketatpun dimulai saat gerbang dibuka semua orang berlarian menuju tempat pengantrian aku dan kawan-kawanku tak mau ketinggalan kami berlarian sambil bergandengan tangan moment yang langkah dan ini adalah saat-saat keseruan dimulai. Mengantri selama beberapa menit dan melewati beberapa pemeriksaan yang super duper ketat, dan tiba-tiba kami terkendala oleh daftar rekomendasi namun bukan hal yang sulit alhamdulillah pak Mursyam datang membawa surat tersebut, oh iyaa pak Mursyam adalah salah satu dosen sekaligus ketua panitia pemberangkatan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) IAIN Pontianak. Setelah melewati imigrasi kami keluar dan di jemput oleh para pedagang kartu meskipun sebelumnya saat menunggu gerbang perbatasan dibuka banyak calo kartu tapi kami tak membelinya karena sebelumnya sudah mendapat intruksi saat pembekalan. aku membeli kartu saat keluar dari imigrasi setelah kami keluar kami menuju bus dan melanjutkan perjalanan menuju Hikmah. Memasuki wilayah Kuching ku ucapkan Welcome Malaysia Welcome negeri Jiran yang kemarin hanya dapat ku lihat dari balik layar kaca televise kini aku mnginjakkan kakiku di bumi mu, dan selama kurang lebih 30 hari aku akan menetap di wilayahmu. Kami tiba di hikmah pukul 9.00 Waktu Malaysia sembari menunggu pembekalan aku dan kawan-kawan menyempatkan diri bersih-bersih diri lalu kembali ke ruangan dan pembekalanpun dimulai, kami di perkenalkan mengenai beberapa lokasi yang nantinya akan menjadi tempat pengabdian kami selama kurang lebih 4 minggu dan aku berada di kelompok 10 dimana kawan-kawanku berasal dari beberapa kampus Islam ternama di Indonesia diantaranya Lilmusthafa Ridhallatif (Mus) dari Banjarmasin, Anik mahfudhoh (Anik) dari Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Aminullah (Ahmad) dari IAIN Bone dan aku sendiri dari IAIN Palopo, kami hanya berempat dan lokasi kami berada di kapong Gayau awalnya aku khawatir karena teman kelompokku mengatakan bahwa suku di kampong gayau itu Dayak, perspektifku tentang Dayak mungkin agak berbeda dari perspektif orang-orang, aku hanya khawatir mendengar beberapa cerita-cerita sebelumnya tentang suku dayak yang ada di negaraku, tapi aku berusaha menepis semua pikiran aneh itu dan mengubahnya menjadi positif thingking, sebelum berangkat kami di berikan bekal oleh pihak Hikmah berupa bahan-bahan sembako yang akan kami gunakan selama 4 minggu bahan-bahannya terdiri dari beras, Gula, Garam, Saos, Kecap, MSG dan sebagainya. Waktu keberangkatan telah tiba kami di antar oleh abang faiz (kalau tidak salah hehe) aku dan kawan-kawan sempat berdiskusi melihat mobil yang di gunakan kami mulai curiga medan yang akan kami tempuh sepertinya bukan medan biasa, ban mobil yang besar serta modelnya yang menurutku cocok untuk touring ke gunung, dan yang benar saja prediksi kami tak meleset medan yang kami tempuh sungguh luar biasa,,, kami di jalan sempat berbincang-bincang dengan abang sopir 2 orang kawanku mus dan anik ingin permit untuk membeli kartu dan tak ada satupun penjual kartu yang kami temui, kami juga mendapat bocoran kalau lokasi kami tak memiliki sinyal langsung saja aku dan kawan-kawan kaget dan saling tatap satu sama lain omg apa-apaan ini sinyal tak ada kami langsung bersamaan menyahut serius bang dan jawabannya adalah yes,, down seketika menempuh perjalanan di jalan raya selama 2 jam dengan rintikan hujan yang menemani tidur kami, mungkin efek lelah selama perjalanan dari indonesia hingga menuju posko dan kami terbangun kembali setelah memasuki medan yang super gilaa,, kami terbangun bukan karena di bangunkan oleh abang sopir tetapi kami di bangunkan oleh jalan bebatuan yang sangat terjal aku menyebutnya jalanan hidup dan mati,,, turun gunung naik gunung!! Tapi meskipun demikian mata kami di suguhi pemandangan yang indah deretan pohon kelapa sawit yang menjulang berjejer di bawah bukit serta aliran sungai yang memperindahnya mampu mengobati kepuyengan yang diakibatkan oleh jalanan bebatuan, menikmati perjalanan dengan suguhan pemandangan membuat kami melupakan medan ekstrime. Menempuh perjalanan dari hikmah ke posko kami dengan waktu 4 jam akhirnya kami tiba juga dan kami langsung


                                                                                                                                *BERSAMBUNG
besok update lagi yakk selamat membaca 

Cinta Yang Terpendam



Senyummu adalah bahagiaku, sedihmu adalah dukaku, dan hidupmu adalah duniaku. Kusyukuri detik demi detik yang tuhan berikan padaku .Kamu adalah salah satu dari ribuan anugerah terindah yang Dia kirimkan khusus untukku, kamu membawa kebahagiaan dalam hidupku yang ku harap takkan pernah bisa hilang dan selalu menetap seperti bulan yang setia pada malam dan seperti matahari yang setia pada siangnya, dan aku tak ingin dirimu seperti senja yang hadir begitu indah namun hanya sekejap dan menjadi perantara antara matahari dan bulan. Kisah yang berawal dari sebuah perkemahan yang menjadi saksi bisu dimana perkenalan tak pernah terjadi, hanya pandangan dan senyuman yang mengisyaratkan perkenalan itu. Pandangan dan senyuman yang sampai saat ini tak dapat kulupakan. hingga akhirnya beberapa tahun kemudian kita di pertemukan kembali melalui event yang luar biasa dan dari situlah kisah kita dimulai. Tuhan mempertemukan hati kita dalam ikatan Cinta namun tak berselang lama, setahun menjalani hubungan denganmu banyak membawa perubahan besar dalam hidupku, aku yang sebelumnya tak mengenal dirimu kini mengenalmu lebih dari siapapun, aku yang sebelumnya tak banyak mengenal dunia luar kini paham arti dari pentingnya sebuah sosialisasi, kau mengajarkan arti kesabaran melalui kegiatanmu yang super sibuk, kau mengajarkanku arti dari ketulusan melalui sikapmu yang tak pernah pamrih dan semua itu kamu yang mengajariku, aku mendapatkannya dari dirimu. hari demi hari, detik demi detik hingga tahun berganti kisah ini mulai mengambang tak memiliki arah tujuan yang jelas, aku yang terlanjur menyimpan perasaan lebih dari dirimu tak tahu harus berbuat apa aku yang bimbang akan kehadiranmu yang tak menentu hanya bisa menangis menahan semua gejolak yang tak lagi mampu ku jelaskan dengan kata-kata dan ku biarkan air mata yang menjelaskannya. Kamu yang secara tiba-tiba hadir dan secara tiba-tibapun menghilang tanpa jejak yang pasti. Membuat otakku  memiliki ratusan pertanyaan yang penuh dengan kebingungan. Namun lebih dari itu akupun tak bisa membohongi hatiku bahwasanya kamu masih yang terbaik dan selamanya akan seperti itu, banyak persinggahan yang telah ku temui namun tak ada yang seperti dirimu dan tak ada yang bisa menggantikan posisimu. hatiku terlanjur memilihmu, kusadari kebodohan atau apapun itu tapi itulah hatiku yang tidak dapat ku pungkiri. saat ini kubiarkan perasaanku memikul bebannya sendiri hingga tuhan berkata Kamu adalah Pemilik yang sah dari hati ini, biarkan hatiku seperti ini biarkan aku menyimpanmu dengan kenangan dan perasaan yang sama hingga akhirnya kamulah yang mengikrarkan cinta atas dasar PenciptaanNya dan biarkanlah ragaku dan ragamu sujud kepadanya Atas dasar tuntunanmu. sekarang kan kuminta dirimu kepada robbku secara baik-baik dalam setiap sujud terakhirku, karena namamu telah menjadi daftar tetap dalam setiap penghujung doaku. untukmu yang tak kini tak dapat ku sentuh dengan jemariku namun memiliki ruang tetap dalam hatiku!

SAHABAT



Tangis, canda, tawa semua tlah terlewati
Mengenalmu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagiku
Susah senang terlewatkan
Jarak bukan penghalang bagi kita untuk bisa bersama
Demi cita kita terpisah dan demi cita pula kita dipertemukan
Saling berbagi kisah adalah suatu kewajiban
Baik buruknya aku dan kamu bukanlah permasalahan
Saling mengerti adalah keharusan yang slama ini tlah kita lakukan
Terima kasih untuk setiap waktu yang telah kau berikan
Terima kasih telah menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidupku
Terima kasih untuk segala kebersamaan ini
Kamu adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki
Kamu adalah sahabat yang selalu menjadi pelabuhan rinduku
Laut yang memisahkan kita adalah sebuah ujian dalam persahabatan ini
I will missyou today, tomorrow, and forever,