Sebelum memulai kisah
perjalanan dari perjuangan akhir ini Izinkan aku mengucapkan rasa syukur dan
terima kasih ku kepada beberapa orang yang menjadi saksi dari perjalananku,
rasa syukur dan terima kasihku yang pertama ku tujukan kepada Robbku yang maha pengasih
dan penyayang yang tak pernah pilih-pilih kasih sehingga aku dapat
menyelesaikan segala urusan dengan ridho dan kehendak-Nya, yang kedua untuk
orang tuaku tercinta ayahanda my superhero lelaki terbaik dibumi yang selalu
memberiku dorongan dengan nasehat-nasehat bijaknya yang tak pernah lelah
banting tulang untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya dan ibundaku tercinta
sang pemberi kekuatan terbesar dalam hidupku yang setia menyelipkan namaku di
tiap doanya dalam 17 rakaatnya yang telah merawat dan membesarkanku sampai saat
ini, ketiga saudaraku yang menjadi salah satu motivasi dalam hidupku untuk bisa
menjadi kakak yang terbaik dan dapat menjadi teladan untuk kalian kedepan,
untuk keluarga besarku yang selalu mendukung setiap langkah yang ku pilih, ketua
LP2M Iain Palopo bapak Dr. Kaharuddin M.Pd yang sudah ku anggap seperti ayahku
sendiri yang telah memberikan kesempatan padaku untuk mengikuti KKN
International, Ketua Program Studi PGMI IAIN Palopo bapak Dr. Edhy Rustan M.Pd
yang selalu memberikan motivasi dan arahannya, untuk senior terbaikku salah
satu inspirasi ku Kak Aunu Ihwa Hasri yang selalu setia mendengarkan keluh
kesah dan selalu menasehati hingga mengarahkanku terima kasih ku ucapkan
senior. Dan untuk semua dosen-dosen yang telah membagi ilmunya kepadaku,
teman-teman PGMI Angkatan 2015 dan semua pihak yang tak dapat ku sebutkan
satu-persatu. Btw khusus untuk para pembaca ku ucapkan terima kasih karena
telah meluangkan waktunya hanya untuk membaca dan menjadi saksi dari perjalanan
ku, kisah ini bukanlah kisah yang waw bahkan jauh dari kata itu namun bagiku
kisah ini adalah sejarah hidup dari perjalananku dalam meraih cita, menarik
atau tidak itu tergantung dari pandangan kalian para pembaca tapi doaku semoga
kisah ini menarik untuk kalian.
****
Kuliah kerja nyata (KKN) merpakan salah satu program mata kuliah yang wajib di
ikuti oleh setiap mahasiswa yang mengenyam pendidikan di setiap perguruan
tinggi khususnya bagi mahasiswa yg semesternya telah memasuki tingkat akhir.
Perkenalkan namaku Miftahul Jannah Akmal lahir 21 tahun yang lalu di kota kecil
yang katanya kota idaman di provinsi sulawesi-selatan kotanya bernama Palopo.
Aku mengenyam pendidikan strata satu (S1) ku d kampus Hijau IAIN Palopo dengan
mengambil program study Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) yang masuk
dalam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) saat ini aku duduk di semester
tujuh dan insyaAllah sebentar lagi S.Pd Amin Allahumma Amin.
Kali ini kampusku bekerja sama dengan beberapa kampus se-Indonesia diantaranya
IAIN Pontianak sebagai kordinator, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Antasari
Banjarmasin, IAIN Kerinci, IAIN Bone,Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Iqro’
Putussibau, dan IAIN Palangaraya, membuka lagi program KKN Internasional, salah
satu program bergengsi di mana pesertanya merupakan mahasiswa pilihan yang
harus melewati beberapa macam tes, lokasi KKNnya kali ini berada di Sarawak
Malaysia negara tetangga yang sama sekali tak pernah kubayangkan bisa
menginjakkan kakiku di negeri Jiran itu, awalnya hanya bercanda pernah
mengatakan "Suatu saat nanti aku akan menginjakkan kaki ku di negeri
melayu" dan ternyata perkataan itu benar adanya, mungkin ini yang
selalu orang-orang katakan “ucapan adalah doa” .
Antusiasku sangat tinggi saat mengetahui pendaftarannya telah dibuka, sebelum
mendaftar aku izin pada ibuku untuk mengikuti KKN Internasional dan pastinya
jawaban ibuku adalah YES, setelah mendapat persetujuan aku langsung ke ruangan
LP2M kampusku untuk mendaftar dan saat kulihat jumlah pendaftarnya ada 17 orang
dari beberapa program studi yang menurutku sangat memiliki peluang lebih besar
dariku, hatiku mulai menciut tapi kembali pada diriku aku mencoba mensugesti
diriku sendiri jika usahaku maksimal mungkin aku bisa lolos dalam tahapan
seleksinya. Dan fix aku mendaftar.
03 April 2018 adalah hari yang sangat berat, dimana tes KKN internasional dan
jadwal seminar proposalku bertabrakan, sedikit bocoran aku meski baru semester
6 tapi sudah menyusun proposal dan hari ini adalah seminarku. aku mulai bingung
harus bagaimana, tes dan seminar di mulai jam 10 pagi, mencoba mencari jalan
keluar diantara dua pilihan yang sangat sulit, akhirnya aku menelfon
pembimbingku untuk meminta pengunduran waktu dan alhamdulillah pembimbingku
setuju, aku menelfon temanku yang juga menjadi partner seminarku hari itu juga
agar segera menginfokan jadwal pengunduran seminar kepada pembimbingnya
dan lagi-lagi alhamdulillah kami mendapatkan izin pengunduran itu sepertinya
hari itu memang benar-benar berpihak padaku meskipun harus melewati beberapa
negosiasi yang rumit. oh iya peraturan prodi ku saat ujian proposal kami tak di
perbolehkan untuk ujian sendiri. setekah mendapat persetujuan pengunduran waktu
aku ke ruangan prodi untuk nego ke staf tata usahaku dia adalah kak Masni salah
satu staf the best yang sudah membantu semua persiapan seminarku, aku
memberitahukannnya bahwa jadwal seminar ku di undur dan alhamdulillah lagi-ladi
terima sepertinya jackpot hari itu benar-benar berada di tanganku. Sekarang aku
bisa tes tanpa memikirkan jadwal seminarku, selepas tes dengan tahapan yang
lumayan panjang dimana ada tes speak english,membaca tulis Al-qur’an,
pengetahuan agama Islam, life skill dan dua tes lainnya, aku langsung menuju
ruang prodi dan menunggu jadwal seminarku kurang lebih dua stengah jam menunggu
akhirnya waktunya tiba seminarku berjalan lancar dan begitupun dengan tes KKN
ku alhamdulillah one step closer sedikit lagi menuju S.Pd. Segera ku bereskan
ruangan tempat seminarku dan bergegas untuk pulang. sesampainya di rumah orang
yang pertama kali ku cari adalah ibuku dan aku menemukannya di dapur langsung
saja ku peluk ibuku dari belakang dan ku katakan "bu alhamdulillah skripsi
mika (saya sudah skripsi) sontak ibuku berbalik dan berkata alhamdulillah nak hasil
kerja kerasmu begadang menyusun proposal sudah terbayarkan sekarang tinggal 1
langkah lagi insyaAllah Allah akan memudahkan jalanmu. seketika tetesan butiran
bening mengalir dari pelupuk mataku dan ku cium ibuku sambil berbisik ini hasil
dari salah satu doamu bu.
****
Kurang lebih seminggu menunggu pengumuman, hasil tes pun keluar aku segera
bergegas menuju LP2M, tiba di gedung bertingkat dua itu langsung saja kaki ku
terhenti tepat depan papan pengumuman dan ku lihat ada 11 nama yang tertera dan
namaku berada dalam salah satu daftar tersebut. sontak hatiku ingin teriak tapi
tak mungkin mengingat situasi dan kondisi yang sedang ramai-ramainya hehe dan
di pengumuman ada lampiran untuk pemenuhan berkas segera ku hubungi kawan-kawan
yang satu prodi denganku yang juga namanya masuk dalam daftar tersebut untuk
mengurus berkas di prodi dan fakultas, 2 hari mengurus berkas bolak balik
fakultas dan tak menghasilkan buah maksimal hanya transkrip nilai yang mampu ku
kumpulkan sementara surat rekomendasi dari dekanku tak dapat ku teruskan,
ketika berkasku telah ku kumpulkan pengumuman hasil akhir pun keluar aku mulai
putus asa karena sepengetahuanku dari 11 peserta yg mengurus berkas hanya 5
mahasiswa yg lulus, ok ku kuatkan hatiku dan saat pengumuman keluar
alhamdulillah bersyukur, kaget, bahagia, sedih semua bercampur menjadi satu.
aku pulang dan memberi tahu orang tuaku ibu ku senang dan lagi-lagi salah satu
doa ibuku di ijabah oleh Allah swt. Dalam pendaftaran ini aku tak membahas
tentang ayahku karena aku ingin memberikn kejutan untuknya, saat mengurus
passport ayahku baru mengetahui kalau aku serius ingin mengikuti KKN
International awalnya ia memang tak setuju jika aku mengikuti KKN Internasional
ini dengan alasan yang pertama jaraknya yang jauh dan alasan kedua aku adalah
anak perempuan pertamanya yang jarang berpisah dengannya meskipun demikian aku
berusaha meyakinkannya meskipun debate tak bisa di hindari namun, finally kata
yes pun keluar dari bibirnya sontak ku peluk ayahku dan mengatakan "love
you dad. Selama seminggu sebelum berangkat aku mengalami kendala pada kesehatan
langsung saja ayahku terkejut dan mengatakan tak usah berangkat kesehatanmu
tidak stabil, seperti petir yang menyambar aku down mendengar kalimat itu tapi
tidak sampai di situ aku lagi-lagi berusaha meyakinkannya dan malam itu juga
aku ke dokter keluarga ku sendiri tanpa sepengetahuan ayah dan ibuku, aku
konsultasi sekaligus meminta surat keterangan sehat dan hasilnya adalah
tiba-tiba muncul diagnosa usus buntu dan rujukan untuk pemeriksaan ulang ke
salah satu rumah sakit ternama di palopo dan langsung saja bayangan operasi
menghantui pikiranku, OMG apa-apan ini God seminggu lagi aku berangkat pengen
nangis, teriak, hatiku dan pikiranku mulai tak karuan mendengar diagnosa dokter
meskipun sebelumnya sudah tahu kalau aku terkena gejala usus buntu ringan, tapi
saat memegang surat rujukan itu sepertinya bumi pengen runtuh seketika haha
(alay sikit tak apakan?), keesokan harinya sesuai dengan jadwal yang diberikan
oleh dokterku aku mengajak ayahku untuk kerumah sakit dan lagi-lagi dia pun
terkejut mendengar ajakanku, debatepun tak dapat dihindari meski pada akhirnya
dia tetap menemaniku itulah sosok ayahku yang meskipun memarahi dan selalu
berselisih paham dengan anaknya rasa sayang dan khawatirnya masih jauh lebih
besar dari amarahnya, 3 hari berturut-turut menjalani pemeriksaan di Rumah
Sakit dengan kesetiaan ayah dan ibuku menemaniku hasil akhir dari USG sudah
berada di tanganku dan Alhamdulillah Allah maha pengasih lagi maha penyayang
hasilnya diluar dari diagnose dokter ku. ternyata pembengkakan pada usus yang
tak perlu melakukan tindakan lanjut hanya dengan mengkonsumsi obat dan selalu
control insyaallah pembengkakannya bisa di atasi, bahagia dan bersyukkur
menjadi satu,, salah satu masalah telah terlewati selanjutnya packing
mempersipakan segala sesuatu yang kubutuhkan.
***
Waktunya telah tiba 7 Mei
2018 tepat pukul 08 malam kami sepakat untuk berkumpul di salah satu terminal
bus di kota palopo menuju ibu kota provinsi Sulawesi selatan yaitu Makassar dan
disinilah petualangan kami dimulai, perjalanan panjang dimulai menempuh jarak
dengan waktu kurang lebih 8 jam kunimati dengan tertidur pulas di atas bus,
hingga kami tiba di bandara internasional sultan hasanuddin Makassar kami
langsung melaksanakan salah satu kewajiban sebagai umat muslim yaitu sholat
subuh di mushollah bandara, jadwal keberangkatan pukul 9 pagi dan kami
menggunakan waktu dengan sarapan dan bersih-bersih diri. Tak terasa waktu
penerbangan telah tiba. Ternyata kami satu pesawat dengan rombongan IAIN Bone,
meskipun belum saling kenal kami hanya saling melempar senyum saja.
Penerbanganpun dimulai aku duduk bersama tiga orang rekanku yaitu Azizah,
Subiha dan aku sendiri. Oh iya lupa rombongan kami dari IAIN palopo mengutus
tujuh orang mahasiswa terbaiknya terdiri dari 6 perempuan yaitu Azizah S,
Subiha Badawi, Salmiati S Ali, Iklil Amirah Shafirah, Raodhatul Jannah, dan aku
sendiri. Satunya lagi Senior kami yaitu Kak Riswan. Kami dari beberapa prodi
yang berbeda-beda hanya aku dan Subiha yang sama dari PGMI bahkan kami sekelas
selebihnya dari Ekonomi Syariah, Bimbingan Konseling Islam, Hukum Tata Negara,
dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Menempuh perjalanan di atas awan selama 2 jam
akhirnya kami tiba di bandara Pontianak. Di bandara Pontianak kami mengalami
salah satu masalah yaitu kami lupa mengambil struck bagasi, jangan tanya
keadaan kami, panik, lelah, kaget semua jadi satu tapi alhamdulillahnya setelah
nego dengan keamanan bandara akhirnya kami bisa lolos kami menunggu jemputan di
depan bandara selama kurang lebih 3 jam. Waktu tunggu kami gunakan untuk
makan,cerita, dan bercanda gurau hingga akhirnya mobil jemputanpun tiba.
Langsung saja kami bergegas menarik koper dan barang bawaan lainnya. Arrived
dari bandara ku ucapkan welcome Pontianak kami memasuki kota Pontianak dan
menuju salah satu hotel yang dekat dengan kampus IAIN Pontianak, kami memesan 5
kamar yang terdiri dari 2 orang perkamar aku sendiri sekamar dengan Odha, bukan
hal baru odha adalah teman sekelas ku dulu di madrasah tsanawiyah jadi tak
perlu mengenalkan diri lagi, btw kami diantar oleh 2 orang dosen terbaik kami
yaitu bapak Dr. Kaharuddin M.Pd selaku kepala LP2M Iain Palopo dan bapak Dr.
Rustan M.Pd selaku Wakil Rektor 1 IAIN Palopo. 2 hari dipontianak kami gunakan
untuk jalan-jalan karena pembekalan hanya stengah hari maka dari itu kami
gunakan waktu luang untuk jalan-jalan tempat pertama yang kami datangi adalah
alun-alun sungai Kapuas dan berlanjut ke rumah Panjang and arrived kami ke
hotel untuk istirahat dan jalan-jalannya dilanjutkan dihari esok, pagi
menjemput kami memilih rute tempat wisata nol kilometer atau yang lebih dikenal
dengan nol khatulistiwa. sembari Menikmati pemandangan sungai Kapuas kami isi
dengan berfoto ria, karena jejak digital tak pernah mati, setelah puas
mengelilingi tempat wisata kami balik ke hotel tepat pukul 01.00 siang kami
langsung beres-beres untuk keberangkatan sebentar malam menuju Kuching
Malaysia. Aku dan odha segera packing sembari bercanda gurau. ketika
Berberes-beres rianya telah usai masih ada 2 jam lagi sebelum berangkat kami
gunakan dengan makan dan istirahat, oh iya saat kami pulang dari wisata tugu
nol khatulistiwa kami check out dari kamar kami dan bergabung dengan
teman-teman lain jadi kami hanya check in 1 kamar selain tempat istirahat dan
menunggu jam keberangkatan juga sebagai tempat kami membereskan pakaian-pakaian
kami. Pukul 08 malam pun tiba kami semua telah siap-siap untuk ke kampus IAIN
Pontianak yang bersebelahan dengan hotel. Bus pembawa rombongan pun telah
menunggu di depan kampus sebelum berangkat seluruh peserta dan panitia breafing
di depan pelataran kampus kurang lebih 30 menit breafing dan semua pesertapun
naik ke bus aku duduk bersama biha, perjalanan selama kurang lebih 8 jam lagi
pun dimulai. Sesekali kami bercanda gurau di bus untuk menghilangkan penat dan
yang menjadi bahan bullyan kami adalah biha (maafkan kami bii) puas bercanda
gurau kami semua terlelap, aku sesekali bangun melihat jam yang tertera di
handphoneku, pukul 3 subuh kami singgah ke salah satu persinggahan di dekat
Entikong aku lupa namanya di situ rombongan singgah makan, ada yang numpang
toilet dan aku salah satunya, aku turun setelah itu naik lagi ke bus, eits
sebelumnya perkenalkan Entikong adalah daerah perbatasan antara Malaysia dan
Indonesia. kurang lebih sejam berada di persinggahan kami melanjutkan
perjalanan ke perbatasan entikong dan finally stengah 4 subuh kami tiba di
perbatasan dengan suasana macet yang menghiasi jalan di pagi buta, aku dan ammi
serta dosen ku dan dosen dari Bone turun dari bus untuk mencari mesjid, kami
menemukannya di dalam pasar tradisional yang menurut ku tidak jauh berbeda
dengan pusat niaga palopo atau pasar yang ada di kampungku, tiba di mesjid kami
mencari toilet setelah itu kami sholat berjamaah disusul dengan beberapa
teman-teman yang lainnya. Pukul 06 gerbang perbatasan dibuka imigrasi yang
ketatpun dimulai saat gerbang dibuka semua orang berlarian menuju tempat
pengantrian aku dan kawan-kawanku tak mau ketinggalan kami berlarian sambil
bergandengan tangan moment yang langkah dan ini adalah saat-saat keseruan
dimulai. Mengantri selama beberapa menit dan melewati beberapa pemeriksaan yang
super duper ketat, dan tiba-tiba kami terkendala oleh daftar rekomendasi namun
bukan hal yang sulit alhamdulillah pak Mursyam datang membawa surat tersebut,
oh iyaa pak Mursyam adalah salah satu dosen sekaligus ketua panitia
pemberangkatan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) IAIN Pontianak. Setelah
melewati imigrasi kami keluar dan di jemput oleh para pedagang kartu meskipun
sebelumnya saat menunggu gerbang perbatasan dibuka banyak calo kartu tapi kami
tak membelinya karena sebelumnya sudah mendapat intruksi saat pembekalan. aku
membeli kartu saat keluar dari imigrasi setelah kami keluar kami menuju bus dan
melanjutkan perjalanan menuju Hikmah. Memasuki wilayah Kuching ku ucapkan
Welcome Malaysia Welcome negeri Jiran yang kemarin hanya dapat ku lihat dari
balik layar kaca televise kini aku mnginjakkan kakiku di bumi mu, dan selama
kurang lebih 30 hari aku akan menetap di wilayahmu. Kami tiba di hikmah pukul
9.00 Waktu Malaysia sembari menunggu pembekalan aku dan kawan-kawan
menyempatkan diri bersih-bersih diri lalu kembali ke ruangan dan pembekalanpun
dimulai, kami di perkenalkan mengenai beberapa lokasi yang nantinya akan
menjadi tempat pengabdian kami selama kurang lebih 4 minggu dan aku berada di
kelompok 10 dimana kawan-kawanku berasal dari beberapa kampus Islam ternama di
Indonesia diantaranya Lilmusthafa Ridhallatif (Mus) dari Banjarmasin, Anik mahfudhoh
(Anik) dari Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Aminullah (Ahmad) dari IAIN Bone dan
aku sendiri dari IAIN Palopo, kami hanya berempat dan lokasi kami berada di
kapong Gayau awalnya aku khawatir karena teman kelompokku mengatakan bahwa suku
di kampong gayau itu Dayak, perspektifku tentang Dayak mungkin agak berbeda
dari perspektif orang-orang, aku hanya khawatir mendengar beberapa
cerita-cerita sebelumnya tentang suku dayak yang ada di negaraku, tapi aku
berusaha menepis semua pikiran aneh itu dan mengubahnya menjadi positif
thingking, sebelum berangkat kami di berikan bekal oleh pihak Hikmah berupa
bahan-bahan sembako yang akan kami gunakan selama 4 minggu bahan-bahannya
terdiri dari beras, Gula, Garam, Saos, Kecap, MSG dan sebagainya. Waktu
keberangkatan telah tiba kami di antar oleh abang faiz (kalau tidak salah hehe)
aku dan kawan-kawan sempat berdiskusi melihat mobil yang di gunakan kami mulai
curiga medan yang akan kami tempuh sepertinya bukan medan biasa, ban mobil yang
besar serta modelnya yang menurutku cocok untuk touring ke gunung, dan yang
benar saja prediksi kami tak meleset medan yang kami tempuh sungguh luar
biasa,,, kami di jalan sempat berbincang-bincang dengan abang sopir 2 orang
kawanku mus dan anik ingin permit untuk membeli kartu dan tak ada satupun
penjual kartu yang kami temui, kami juga mendapat bocoran kalau lokasi kami tak
memiliki sinyal langsung saja aku dan kawan-kawan kaget dan saling tatap satu
sama lain omg apa-apaan ini sinyal tak ada kami langsung bersamaan menyahut
serius bang dan jawabannya adalah yes,, down seketika menempuh perjalanan di
jalan raya selama 2 jam dengan rintikan hujan yang menemani tidur kami, mungkin
efek lelah selama perjalanan dari indonesia hingga menuju posko dan kami terbangun
kembali setelah memasuki medan yang super gilaa,, kami terbangun bukan karena
di bangunkan oleh abang sopir tetapi kami di bangunkan oleh jalan bebatuan yang
sangat terjal aku menyebutnya jalanan hidup dan mati,,, turun gunung naik
gunung!! Tapi meskipun demikian mata kami di suguhi pemandangan yang indah deretan
pohon kelapa sawit yang menjulang berjejer di bawah bukit serta aliran sungai
yang memperindahnya mampu mengobati kepuyengan yang diakibatkan oleh jalanan
bebatuan, menikmati perjalanan dengan suguhan pemandangan membuat kami
melupakan medan ekstrime. Menempuh perjalanan dari hikmah ke posko kami dengan
waktu 4 jam akhirnya kami tiba juga dan kami langsung
*BERSAMBUNG
besok update lagi yakk
selamat membaca

Tidak ada komentar:
Posting Komentar