CATATAN UNTUK AYAH IBU
Mytha Nashya Fadhilah Nama yang begitu berharga nan indah bagi kedua orang tuaku, nama yang mereka berikan 19 tahun
yang lalu untuk anak gadisnya yang pertama, yang ia harapkan semoga nama itu
sebaik dengan sifat dan karakter anaknya kelak. Tak terasa kini anak gadis
mereka memasuki bangku perkuliahan.
* * *
Aku terlahir
dari keluarga sederhana, ayahku yang menjadi sosok pahlawan dalam hidupku
adalah seorang pegawai negeri sipil, sedangkan ibuku yang menjadi bidadari
dalam hidupku serta menjadi malaikat dalam rumahku adalah seorang ibu rumah
tangga yang tak pernah lelah untuk mendampingi ayah dalam membimbing serta
merawatku dan ketiga adikku ,aku anak sulung dari 4 bersaudara, ayah dan ibu
adalah segalanya bagiku tanpa mereka apalah arti diriku ini? Bagaikan akar di
bawah tanah yang takkan pernah bisa berkembang menjadi tumbuhan yang indah.
Meskipun hanya seorang pegawai negeri sipil gaji yang di berikan pemerintah untuk ayah
hanya mampu untuk membeli kebutuhan dapur ibu setiap bulannya, untuk memenuhi
kebutuhan istri dan keempat anaknya ayah juga membanting tulang dengan bertani
tambak itu semua dia lakukan hanya demi memenuhi kebutuhan istri dan keempat anaknya.
Yah, itulah dia lelaki terhebatku. Lelaki yang selalu ada di sampingku saat aku
membutuhkannya yang rela melakukan apapun untuk membahagiakan buah hatinya
tercinta, tak peduli panas atau cuaca apapun ia selalu mencari nafkah untuk
keluarga kecilnya, ayah yang rela berangkat pagi hingga malam hanya untuk
keluarga kecilnya, lelaki pertama yang tempatku menaruh hati yang tak akan
pernah bisa digantikan oleh siapapun, satu-satunya lelaki yang takkan pernah menyakitiku, perjuangannya dalam merawat dan
mendidikku sangatlah berarti, ayah yang tak bisa melihat putra dan putrinya menitikkan
air mata, yang selalu punya cara untuk membuat anak-anaknya tertawa bahagia, kini
rambutnya mulai memutih, wajah yang dulunya bersih nan segar kini termakan oleh
usia, badan yang dulunya segar bugar kini mulai melemah rasanya tak sanggup
menahan butiran bening yang berasal dari pelupuk mata ini saat melihat cucuran
keringat yang ada di dahi ayah saat bekerja, ingin rasanya segera membahagiakan
mereka dengan kesuksesanku tanpa harus melihatnya lagi bekerja keras menjelang
di hari tuanya. Ibu yang selama ini merawatku dengan kasih sayang yang selalu
memberiku kehangatan melalui pelukannya kini mulai menua termakan usia, wanita
terhebatku yang slalu di hatiku dan di sampingku, malaikat tanpa sayapku yang
tidak akan pernah menyakitiku, sahabat sejatiku tempatku mencurahkan segalanya,
kini rambutmu mulai memutih wajah cantikmu kini mulai keriput, engkau bidadari
syurga ayah dan anak-anakmu, yang apabila jauh dari kami meskipun hanya sedetik
rasanya seperti setahun,tanpa ibu apalah arti dari kebahagiaan, ibu adalah
penyemangat ayah dalam merawat kami ibu yang sangat aku cintai yang rela menaruhkan
nyawanya demi sang buah hati yang ingin melihat dunia, yang mampu membawa kami
selama 9 bulan di dalam kandungan,hanya ibulah yang mampu melakukan segalanya,
engkau memang wanita terkuatku wanita yang begitu menyayangiku dengan tulus
yang tidak akan menyakitiku yang selalu menjadi pelindungku, meski seringkali
aku menentang pendapatmu, mengikuti ego ku, tak pedulikan dirimu bahkan sampai
berlaku tak sopan padamu, namun kasih sayang,cinta dan perhatianmu tak pernah
pudar buatku. Ibu Ayah izinkan aku membahagiakan kalian di hari tua kalian,
izinkan aku menjadi anak yang berbakti kepada kalian, izinkan aku merawat
kalian kelak, izinkan aku membuat kalian menangis haru akan kesuksesan anak
nakalmu ini, izinkan aku memberikan kalian generasi kelak, jika boleh meminta kepada Tuhan tak banyak yang aku
inginkan cukup panjangkan umur ayah dan ibuku meskipun setiap harinya usia
mereka berkurang di matamu,maka ku mohon izinkan aku memberikan mereka
kebahagiaan di masa tuanya. Mereka
adalah segalanya dalam hidupku mereka adalah tujuan utamaku untuk melangsungkan
hidup dan sekolah ku. Ayah Ibu tunggu anak nakalmu ini di gerbang kesuksesannya. harapan ayah dan ibu semua tercurah kepadaku sebagai anak sulungnya, untuk itu aku ingin mewujudkan harapan besar mereka kelak yaitu melihat kesuksesanku agar adik-adikku kelak juga mampu untuk meraih kesuksesannya juga.
***
bersambung.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar