Senin, 07 November 2016

CATATAN UNTUK AYAH IBU


CATATAN UNTUK AYAH IBU

Mytha Nashya Fadhilah Nama yang begitu berharga nan indah bagi kedua orang tuaku, nama yang mereka berikan 19 tahun yang lalu untuk anak gadisnya yang pertama, yang ia harapkan semoga nama itu sebaik dengan sifat dan karakter anaknya kelak. Tak terasa kini anak gadis mereka memasuki bangku perkuliahan.
* * *
Aku terlahir dari keluarga sederhana, ayahku yang menjadi sosok pahlawan dalam hidupku adalah seorang pegawai negeri sipil, sedangkan ibuku yang menjadi bidadari dalam hidupku serta menjadi malaikat dalam rumahku adalah seorang ibu rumah tangga yang tak pernah lelah untuk mendampingi ayah dalam membimbing serta merawatku dan ketiga adikku ,aku anak sulung dari 4 bersaudara, ayah dan ibu adalah segalanya bagiku tanpa mereka apalah arti diriku ini? Bagaikan akar di bawah tanah yang takkan pernah bisa berkembang menjadi tumbuhan yang indah. Meskipun hanya seorang pegawai negeri sipil gaji yang di berikan pemerintah untuk ayah hanya mampu untuk membeli kebutuhan dapur ibu setiap bulannya, untuk memenuhi kebutuhan istri dan keempat anaknya ayah juga membanting tulang dengan bertani tambak itu semua dia lakukan hanya demi  memenuhi kebutuhan istri dan keempat anaknya. Yah, itulah dia lelaki terhebatku. Lelaki yang selalu ada di sampingku saat aku membutuhkannya yang rela melakukan apapun untuk membahagiakan buah hatinya tercinta, tak peduli panas atau cuaca apapun ia selalu mencari nafkah untuk keluarga kecilnya, ayah yang rela berangkat pagi hingga malam hanya untuk keluarga kecilnya, lelaki pertama yang tempatku menaruh hati yang tak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun, satu-satunya lelaki yang takkan pernah menyakitiku, perjuangannya dalam merawat dan mendidikku sangatlah berarti, ayah yang tak bisa melihat putra dan putrinya menitikkan air mata, yang selalu punya cara untuk membuat anak-anaknya tertawa bahagia, kini rambutnya mulai memutih, wajah yang dulunya bersih nan segar kini termakan oleh usia, badan yang dulunya segar bugar kini mulai melemah rasanya tak sanggup menahan butiran bening yang berasal dari pelupuk mata ini saat melihat cucuran keringat yang ada di dahi ayah saat bekerja, ingin rasanya segera membahagiakan mereka dengan kesuksesanku tanpa harus melihatnya lagi bekerja keras menjelang di hari tuanya. Ibu yang selama ini merawatku dengan kasih sayang yang selalu memberiku kehangatan melalui pelukannya kini mulai menua termakan usia, wanita terhebatku yang slalu di hatiku dan di sampingku, malaikat tanpa sayapku yang tidak akan pernah menyakitiku, sahabat sejatiku tempatku mencurahkan segalanya, kini rambutmu mulai memutih wajah cantikmu kini mulai keriput, engkau bidadari syurga ayah dan anak-anakmu, yang apabila jauh dari kami meskipun hanya sedetik rasanya seperti setahun,tanpa ibu apalah arti dari kebahagiaan, ibu adalah penyemangat ayah dalam merawat kami ibu yang sangat aku cintai yang rela menaruhkan nyawanya demi sang buah hati yang ingin melihat dunia, yang mampu membawa kami selama 9 bulan di dalam kandungan,hanya ibulah yang mampu melakukan segalanya, engkau memang wanita terkuatku wanita yang begitu menyayangiku dengan tulus yang tidak akan menyakitiku yang selalu menjadi pelindungku, meski seringkali aku menentang pendapatmu, mengikuti ego ku, tak pedulikan dirimu bahkan sampai berlaku tak sopan padamu, namun kasih sayang,cinta dan perhatianmu tak pernah pudar buatku. Ibu Ayah izinkan aku membahagiakan kalian di hari tua kalian, izinkan aku menjadi anak yang berbakti kepada kalian, izinkan aku merawat kalian kelak, izinkan aku membuat kalian menangis haru akan kesuksesan anak nakalmu ini, izinkan aku memberikan kalian generasi kelak, jika boleh meminta kepada Tuhan tak banyak yang aku inginkan cukup panjangkan umur ayah dan ibuku meskipun setiap harinya usia mereka berkurang di matamu,maka ku mohon izinkan aku memberikan mereka kebahagiaan  di masa tuanya. Mereka adalah segalanya dalam hidupku mereka adalah tujuan utamaku untuk melangsungkan hidup dan sekolah ku. Ayah Ibu tunggu anak nakalmu ini di gerbang kesuksesannya. harapan ayah dan ibu semua tercurah kepadaku sebagai anak sulungnya, untuk itu aku ingin mewujudkan harapan besar mereka kelak yaitu melihat kesuksesanku agar adik-adikku kelak juga mampu untuk meraih kesuksesannya juga. 

***
bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar