Senyummu adalah bahagiaku, sedihmu adalah dukaku, dan hidupmu
adalah duniaku. Kusyukuri detik demi detik yang tuhan berikan padaku .Kamu
adalah salah satu dari ribuan anugerah terindah yang Dia kirimkan khusus untukku,
kamu membawa kebahagiaan dalam hidupku yang ku harap takkan pernah bisa hilang
dan selalu menetap seperti bulan yang setia pada malam dan seperti matahari
yang setia pada siangnya, dan aku tak ingin dirimu seperti senja yang hadir
begitu indah namun hanya sekejap dan menjadi perantara antara matahari dan
bulan. Kisah yang berawal dari sebuah perkemahan yang menjadi saksi bisu dimana
perkenalan tak pernah terjadi, hanya pandangan dan senyuman yang mengisyaratkan
perkenalan itu. Pandangan dan senyuman yang sampai saat ini tak dapat
kulupakan. hingga akhirnya beberapa tahun kemudian kita di pertemukan kembali
melalui event yang luar biasa dan dari situlah kisah kita dimulai. Tuhan mempertemukan
hati kita dalam ikatan Cinta namun tak berselang lama, setahun menjalani
hubungan denganmu banyak membawa perubahan besar dalam hidupku, aku yang
sebelumnya tak mengenal dirimu kini mengenalmu lebih dari siapapun, aku yang
sebelumnya tak banyak mengenal dunia luar kini paham arti dari pentingnya
sebuah sosialisasi, kau mengajarkan arti kesabaran melalui kegiatanmu yang
super sibuk, kau mengajarkanku arti dari ketulusan melalui sikapmu yang tak
pernah pamrih dan semua itu kamu yang mengajariku, aku mendapatkannya dari
dirimu. hari demi hari, detik demi detik hingga tahun berganti kisah ini mulai
mengambang tak memiliki arah tujuan yang jelas, aku yang terlanjur menyimpan
perasaan lebih dari dirimu tak tahu harus berbuat apa aku yang bimbang akan
kehadiranmu yang tak menentu hanya bisa menangis menahan semua gejolak yang tak
lagi mampu ku jelaskan dengan kata-kata dan ku biarkan air mata yang
menjelaskannya. Kamu yang secara tiba-tiba hadir dan secara tiba-tibapun
menghilang tanpa jejak yang pasti. Membuat otakku memiliki ratusan pertanyaan yang penuh dengan
kebingungan. Namun lebih dari itu akupun tak bisa membohongi hatiku bahwasanya
kamu masih yang terbaik dan selamanya akan seperti itu, banyak persinggahan
yang telah ku temui namun tak ada yang seperti dirimu dan tak ada yang bisa
menggantikan posisimu. hatiku terlanjur memilihmu, kusadari kebodohan atau
apapun itu tapi itulah hatiku yang tidak dapat ku pungkiri. saat ini kubiarkan
perasaanku memikul bebannya sendiri hingga tuhan berkata Kamu adalah Pemilik
yang sah dari hati ini, biarkan hatiku seperti ini biarkan aku menyimpanmu
dengan kenangan dan perasaan yang sama hingga akhirnya kamulah yang mengikrarkan
cinta atas dasar PenciptaanNya dan biarkanlah ragaku dan ragamu sujud kepadanya
Atas dasar tuntunanmu. sekarang kan kuminta dirimu kepada robbku secara
baik-baik dalam setiap sujud terakhirku, karena namamu telah menjadi daftar
tetap dalam setiap penghujung doaku. untukmu yang tak kini tak dapat ku sentuh dengan jemariku namun memiliki ruang tetap dalam hatiku!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar